Standar Evaluasi & Audit untuk Pengendalian Internal Atas Laporan Keuangan

Pengendalian internal adalah fungsi bisnis spesifik yang digunakan untuk melindungi transaksi dan informasi keuangan perusahaan. Organisasi yang lebih besar sering diminta untuk menerapkan kontrol internal berdasarkan pada industri bisnis mereka, ukuran operasional dan faktor penentu lainnya. Perusahaan sering mengevaluasi atau mengaudit kontrol internal mereka untuk memastikan bahwa mereka melindungi informasi keuangan perusahaan secara memadai.

Fakta

Audit kontrol internal sering menilai jumlah yang dimiliki manajer kontrol atas proses keuangan atau akuntansi mereka. Skandal akuntansi tahun 2001 dan legislasi Kongres berikutnya (Sarbanes Oxley Act 2002) telah meningkatkan pentingnya mengevaluasi dan mengaudit kontrol internal. Kontrol ini juga membatasi jumlah akses yang dimiliki individu tertentu atas informasi akuntansi atau jumlah proses akuntansi yang dapat diselesaikan akuntan dalam operasi bisnis. Karyawan yang menyelesaikan berbagai fungsi akuntansi, seperti menghitung uang tunai, menulis setoran atau mengambil uang ke bank dan memasukkan setoran ke dalam buku besar, memiliki peluang yang lebih baik untuk terlibat dalam kegiatan penipuan.

Jenis

Standar evaluasi dan audit untuk pengendalian internal dapat mencakup individu mana yang memiliki wewenang atas proses pelaporan keuangan, operasi bisnis spesifik untuk mengumpulkan informasi keuangan, pedoman peraturan untuk departemen keuangan perusahaan, tinjauan desain dan implementasi kontrol internal, dan proses perusahaan untuk memperbaiki kelemahan finansial material. Standar-standar ini dapat digunakan untuk proses audit internal atau eksternal, tergantung pada apakah audit dilakukan untuk kepentingan manajemen atau pemangku kepentingan bisnis di luar.

Tujuan

Pengendalian internal biasanya termasuk dalam kelompok standar audit untuk tujuan tertentu. Salah satu tujuan dari pengendalian internal adalah untuk memastikan tujuan dan sasaran manajemen dicapai melalui pelaporan informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Kontrol juga dapat menilai jumlah risiko dalam berbagai keputusan dan berupaya membatasi dampak negatif risiko terhadap pencapaian sasaran atau sasaran. Pengendalian internal juga dapat memberikan jaminan yang wajar bahwa informasi keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi nasional atau badan pengatur lainnya.

Pertimbangan

Perusahaan sering memilih untuk menerapkan kontrol internal atas laporan keuangan mereka karena informasi ini ditinjau oleh para pemangku kepentingan bisnis eksternal. Menggunakan pengontrol atau manajer akuntansi untuk meninjau laporan keuangan adalah tipe lain dari audit atau standar pengendalian internal. Perusahaan menggunakan proses peninjauan ini untuk memastikan bahwa semua informasi telah direkam secara akurat sebelum rilis publik. Pengendali atau manajer akuntansi mungkin memerlukan perubahan pada laporan keuangan jika kontrol internal gagal mencatat dan melaporkan informasi keuangan secara akurat.

Wawasan Ahli

Kantor akuntan publik atau akuntan publik individu bersertifikat (CPA) seringkali dapat memberikan layanan penjaminan atau penasehat manajemen untuk perusahaan yang membuat kontrol internal. Orang-orang ini biasanya memiliki banyak pengalaman atau keahlian dalam standar audit dan kontrol internal. Wawasan profesional ini memastikan bahwa kontrol internal memberikan perlindungan yang akurat untuk informasi keuangan atau akuntansi perusahaan.

Pesan Populer