Contoh Pemasaran Dua Tingkat

Pemasaran Two-Tier adalah konsep pemasaran yang memperoleh kecepatan di tahun 2000-an, hasil dari praktik segmentasi pasar sebagai respons terhadap perubahan tertentu dalam pasar Amerika. Pada saat ini, kelas menengah Amerika telah mulai menjadi berbobot di kedua ujungnya, dengan segmen kelas menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah yang sangat berbeda. Perusahaan yang pernah ingin menarik kelas menengah pada umumnya menemukan bahwa pemasaran secara terpisah untuk kedua ujungnya bisa lebih menguntungkan.
Fitur Ekstra
Pemasaran dua tingkat mencari cara untuk memisahkan lini produk sehingga satu tipe menarik bagi konsumen kelas menengah ke atas dan satu menarik bagi kelas menengah ke bawah. Salah satu cara termudah untuk melakukan ini adalah melalui fitur tambahan. Kartu kredit adalah contoh umum. Satu kartu mungkin memerlukan investasi yang signifikan di banknya dan datang dengan biaya layanan yang tinggi, tetapi juga mungkin memiliki batas saldo yang sangat tinggi dan fasilitas tambahan. Kartu lain mungkin menawarkan tingkat saldo rendah, tetapi juga biaya rendah.
Gaya yang berbeda
Gaya adalah komponen lain dalam pengembangan dan pemasaran produk yang dapat dengan mudah dibagi ke dalam tingkatan. Contoh umum adalah perlakuan Disney terhadap Winnie the Pooh. Penampilan klasik karakter dari buku ini dijual sebagai koleksi dan ornamen mahal, sementara versi Disney dijual di toko-toko hadiah dan pakaian dengan harga murah, meskipun karakternya sama.
Toko Baru
Beberapa perusahaan merasa lebih mudah untuk membagi lini produk mereka di antara toko yang berbeda ketika mencoba untuk membagi pemasaran mereka. Gap, Inc., misalnya, mempertahankan toko utama Gap, tetapi juga menjalankan Banana Republic untuk naik banding kelas atas. Perusahaan menggunakan etalase Old Navy-nya untuk menjual produk-produk diskon untuk memiliki penawaran produk di setiap tingkat pasar.
Layanan berbeda
Untuk bisnis berorientasi layanan yang tidak dapat membagi produk mereka, menawarkan tingkat layanan yang berbeda dapat menjadi pendekatan yang dapat diterima untuk strategi dua tingkat. Sebagai contoh, bank dapat mencoba untuk menargetkan pelanggan kaya dengan akun investasi canggih dan penasihat investasi premium sementara juga berusaha untuk mendapatkan keuntungan melalui pinjaman dan cek-tunai low-end.