Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Karyawan Strategis

Subjek hubungan karyawan - juga dikenal sebagai hubungan industri - mencakup hubungan antara karyawan dan pengusaha. Hubungan karyawan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yang semuanya mempengaruhi keseimbangan strategis antara tenaga kerja dan manajemen. Penting untuk menyadari faktor-faktor kunci yang mempengaruhi hubungan karyawan untuk mencapai keseimbangan yang tepat.
Serikat pekerja
Serikat pekerja dan pengorganisasian serikat pekerja secara signifikan memengaruhi hubungan karyawan. Begitu serikat pekerja didirikan, karyawan tidak melakukan tawar-menawar atas nama mereka sendiri. Sebaliknya, perwakilan serikat menawar untuk mereka. Serikat pekerja dapat menjadi sumber pemberdayaan karyawan, karena karyawan serikat mungkin merasa seolah-olah mereka memiliki tujuan yang sama. Selain itu, serikat pekerja memberikan arbitrase perselisihan perburuhan dan prosedur pengaduan.
Komunikasi
Komunikasi adalah faktor kunci yang mempengaruhi hubungan karyawan. Karyawan yang merasa dapat menyampaikan keluhan, dan didengar, biasanya memiliki semangat kerja yang lebih tinggi. Komunikasi yang efektif di tempat kerja melibatkan menjaga agar karyawan mendapat informasi tentang ekspektasi kinerja dan selalu mengikuti perubahan kebijakan atau prosedur perusahaan yang dapat memengaruhi mereka. Komunikasi terbuka, seperti dalam pertemuan bulanan atau melalui memo mingguan, membantu memberi tahu manajemen tentang masalah di tempat kerja sebelum masalah ini mulai memengaruhi moral.
Budaya perusahaan
Setiap perusahaan atau perusahaan memiliki budaya sendiri. Budaya perusahaan meliputi banyak hal, tidak terkecuali cara mereka berhubungan dengan karyawan. Budaya perusahaan sering menentukan bagaimana karyawan diperlakukan. Misalnya, budaya perusahaan yang menekankan hukuman atas imbalan biasanya menciptakan lingkungan yang ketakutan dan semangat kerja yang rendah. Budaya perusahaan yang merangkul atribut unik karyawan dan menekankan penghargaan cenderung meningkatkan hubungan antara manajemen dan tenaga kerja.
Upah
Upah adalah faktor penting yang mempengaruhi hubungan karyawan strategis. Ketika sebuah perusahaan memberi karyawan upah standar industri - atau upah yang di atas standar industri - hubungan karyawan biasanya berjalan lebih lancar. Manfaat dan bonus juga memengaruhi hubungan karyawan, karena cenderung membuat karyawan merasa dihargai dan dihargai.